Koleksi Pustaka
PT DSK Global Konsultama merupakan perusahaan konsultan yang didirikan pada tahun 2016 awalnya berfokus pada layanan konsultasi dan kepatuhan pajak untuk membantu perusahaan memenuhi kewajiban perpajakan secara efektif dan efisien. Seiring perkembangan dunia bisnis dan meningkatnya kebutuhan klien terhadap solusi yang lebih komprehensif, DSK Global mulai memperluas bidang layanannya ke sektor konsultasi bisnis dan manajemen strategis. Seiring meningkatnya persaingan di era digital, perusahaan memiliki tantangan untuk memperkuat kehadiran dan reputasi digitalnya berupa website agar tetap relevan, menarik bagi calon klien, serta menjaga kredibilitasnya di lingkungan bisnis profesional. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kualitas dan desain website berperan penting dalam membentuk citra serta persepsi positif terhadap perusahaan. Sari and Darma (2022) bahwa kualitas website dan citra merek memiliki pengaruh signifikan terhadap minat pembelian ulang pelanggan, yang mencerminkan tingkat kepercayaan terhadap suatu brand. Temuan ini sejalan dengan penelitian Nurhadi et al. (2023) yang menyatakan bahwa pemanfaatan website dan media sosial mampu memperkuat brand image, electronic word-of-mouth (E-WoM), dan keputusan pembelian. Selain itu, Škerháková et al. (2022) menemukan bahwa reputasi korporat pada era digital sangat dipengaruhi oleh persepsi pengguna terhadap kehadiran digital perusahaan. Dengan demikian, bagi PT DSK Global Konsultama, memperkuat kehadiran dan reputasi digital melalui pengembangan website menjadi langkah strategis untuk mempertahankan kredibilitas dan daya saing di lingkungan bisnis profesional. Menurut CEO PT DSK Global Konsultama, Galih Gumilang S.E., BKP, permasalahan utama yang dihadapi perusahaan saat ini terletak pada kondisi website company profile yang masih bersifat statis, memiliki tampilan kurang responsif, serta menggunakan teknologi yang telah usang. Kondisi ini mengakibatkan penyajian informasi penting seperti profil perusahaan, portofolio, dan profil tim profesional menjadi kurang menarik, tidak dinamis, serta sulit diakses oleh pengguna. Selain itu, proses penyusunan dan pengelolaan konten masih dilakukan secara manual melalui perubahan kode secara langsung tanpa dukungan sistem manajemen konten terpusat, sehingga menghambat efisiensi pembaruan informasi. CEO menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak hanya berdampak pada efektivitas penyampaian informasi kepada calon klien, tetapi juga memengaruhi citra profesional perusahaan di era digital. Oleh karena itu, diperlukan transformasi digital melalui pengembangan website yang lebih interaktif, adaptif, dan mudah dikelola agar dapat mencerminkan kualitas serta kredibilitas perusahaan secara optimal di mata publik dan mitra bisnis. Pengembangan front end website company profile sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Untuk menciptakan antarmuka yang menarik, dinamis, dan mudah diakses oleh pengguna di berbagai perangkat, pengembangan dilakukan dengan menerapkan berbagai teknologi modern. Kerangka utama yang dipakai adalah React.js 18.2.0, didukung oleh Vite sebagai build tool untuk meningkatkan performa, dan juga React Router DOM untuk navigasi berbasis Single Page Application (SPA). Menurut Ayyarrappan (2021) mengungkapkan bahwa arsitektur berbasis komponen pada React.js memungkinkan pembuatan elemen antarmuka yang bersifat modular dan dapat digunakan kembali, sehingga mendukung proses pengembangan sistem yang lebih scalable, efisien, dan mudah dipelihara. Sementara itu, penelitian Nguyen (2024) menunjukan bahwa penggunaan Vite lebih baik dibandingkan dengan menggunakan bundler tradisional seperti Webpack karena Vite mampu mempercepat waktu kompilasi serta dapat meningkatkan kinerja pengembangan. Dengan total 277 komponen React yang terstruktur, kombinasi antara React.js dan Vite memberikan kemudahaan dalam pengelolaan di masa mendatang dan efisiensi dalam proses pengembangan. Oleh karena itu, pengembangan website company profile ini diharapkan dapat menjadi sarana promosi digital yang efektif, menarik bagi calon klien potensial, dan menghadirkan pengalaman pengguna yang optimal.