Koleksi Pustaka
Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) merupakan lembaga filantropi Islam yang berfokus pada pengelolaan dan penyaluran wakaf produktif serta donasi kepada penerima manfaat secara berkelanjutan. Selama ini, kanal digital utama BWA berupa website yang berfungsi sebagai media informasi, publikasi kegiatan, dan pengelolaan donasi dasar. Namun, tampilan serta alur interaksi pada website tersebut masih menitikberatkan pada aspek fungsional semata dan belum sepenuhnya mengutamakan kenyamanan maupun kebutuhan pengguna dari sisi desain antarmuka (UI) dan pengalaman pengguna (UX). Kondisi ini menyebabkan pengalaman pengguna terasa kurang optimal, terutama bagi calon donatur muda yang terbiasa dengan tampilan digital yang lebih modern, intuitif, dan interaktif. Dalam era digitalisasi yang berkembang pesat, perilaku pengguna internet Indonesia juga mengalami perubahan signifikan. Berdasarkan laporan We Are Social dan DataReportal tahun 2024, lebih dari 98% pengguna internet di Indonesia mengakses internet melalui perangkat mobile, dan 87% di antaranya menggunakan aplikasi untuk aktivitas keuangan digital, termasuk transaksi sosial dan donasi daring. Data ini menunjukkan bahwa perangkat mobile telah menjadi kanal utama dalam aktivitas digital masyarakat modern. Sejalan dengan temuan tersebut, studi yang dilakukan oleh Katadata Insight Center (2023) juga menegaskan bahwa generasi milenial dan generasi Z lebih cenderung melakukan aktivitas sosial, seperti berdonasi, melalui platform digital berbasis aplikasi karena dinilai lebih cepat, transparan, dan mudah digunakan. Melihat tren tersebut, BWA menilai bahwa pengembangan aplikasi mobile bukan sekadar pelengkap dari kanal website, melainkan langkah strategis untuk memperluas jangkauan donatur, khususnya generasi muda yang lebih akrab dengan ekosistem digital. Aplikasi mobile BWA diharapkan dapat menjadi solusi utama dalam menghadirkan pengalaman donasi yang lebih praktis, efisien, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Selain itu, aplikasi mobile juga berpotensi memperkuat hubungan jangka panjang antara donatur dan lembaga, melalui pendekatan pengalaman pengguna yang lebih personal dan interaktif. Agar aplikasi mobile BWA memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan platform donasi digital lain yang sudah ada, maka dibutuhkan fitur-fitur pembeda atau unique selling points (USP) yang mampu memberikan nilai tambah bagi pengguna. Salah satu fitur unggulan yang diusulkan adalah sistem tier dan achievement, yakni mekanisme gamification yang memberikan penghargaan berupa lencana atau level tertentu bagi donatur berdasarkan frekuensi atau total kontribusi mereka. Pendekatan ini terinspirasi dari penelitian Hamari et al. (2019) yang menjelaskan bahwa penerapan gamifikasi dalam aplikasi digital mampu meningkatkan motivasi intrinsik, loyalitas, dan retensi pengguna secara signifikan. Dalam konteks aplikasi donasi, sistem tier dan achievement diharapkan dapat menumbuhkan rasa keterlibatan emosional serta dorongan positif bagi pengguna untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan filantropi. Selain sistem gamifikasi, fitur map proyek interaktif juga menjadi nilai inovatif yang ditawarkan dalam aplikasi ini. Melalui peta digital, pengguna dapat melihat secara langsung lokasi-lokasi proyek wakaf dan donasi BWA yang sedang berjalan, lengkap dengan informasi progres, capaian, dan dampak program di masing-masing wilayah. Fitur ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi, rasa percaya, dan kedekatan emosional antara donatur dengan penerima manfaat. Kemudian, aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur dompet digital internal bernama “Saku Wakaf”, yang memungkinkan pengguna menyimpan saldo donasi sementara, melakukan transaksi secara instan tanpa keluar dari aplikasi, serta mengelola riwayat wakaf dengan lebih mudah dan efisien. Dengan adanya integrasi antara pendekatan desain UI/UX yang berfokus pada kebutuhan pengguna, fitur gamifikasi yang meningkatkan engagement, serta sistem keuangan internal yang efisien melalui Saku Wakaf, aplikasi mobile BWA diharapkan mampu menjadi solusi inovatif dalam memperkuat transformasi digital lembaga filantropi Islam di Indonesia. Pengembangan ini juga selaras dengan visi BWA untuk menjadi lembaga wakaf modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menjadi bagian dari ekosistem digital donasi yang transparan, inklusif, dan berkelanjutan.