Koleksi Pustaka
PT Minor Food Group Indonesia merupakan cabang bisnis dari Minor Food, salah satu perusahaan food and beverage terbesar di Asia yang berbasis di Thailand. Sebagai perpanjangan dari grup internasional, perusahaan ini berfokus pada pengelolaan dan pengembangan sejumlah merek ternama di pasar Indonesia, seperti GAGA dan Dairy Queen. Dengan umur Minor Food Group Indonesia yang masih satu tahun, perusahaan ini belum memiliki aplikasi android untuk melakukan pick up order. Saat ini, gerai GAGA masih memanfaatkan pemesanan langsung di kasir untuk dine-in sehingga menimbulkan adanya antrian yang panjang dan tidak efisien karena konsumen dine-in harus dilayani satu-persatu dan membuat waktu tunggu menjadi lama. Melihat potensi pertumbuhan yang masif di pasar Indonesia dan tren adopsi digital yang terus meningkat, langkah strategis berikutnya bagi perusahaan adalah berinvestasi dalam teknologi untuk menyelesaikan atau mengurangi masalah-masalah tersebut. Pengembangan sebuah aplikasi Android khusus untuk layanan pick up menjadi prioritas utama. Pengembangan aplikasi menunjukkan urgensi platform terpusat untuk memudahkan pengguna dalam mengakses informasi dan layanan (Ramadani & Khoirudin, 2025). Aplikasi ini tidak hanya dirancang sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai jembatan untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan konsumen. Melalui aplikasi tersebut, perusahaan bertujuan untuk memberikan kemudahan pemesanan, mengurangi waktu tunggu di gerai, dan menawarkan promosi eksklusif yang tidak tersedia di kanal lain. Ketiadaan aplikasi ini bisa berdampak pada jumlah penjualan yang kurang maksimal, antrian dine-in yang panjang dan hubungan yang kurang erat dengan konsumen. Visi jangka panjangnya adalah menjadikan aplikasi ini sebagai super app bagi pelanggan setia merek-merek di bawah naungan PT Minor Food Group, yang pada akhirnya akan mendorong frekuensi pembelian dan memperkuat posisi kompetitif perusahaan di industri F&B Indonesia. Pentingnya adaptasi teknologi bagi UKM di Indonesia sangat memengaruhi daya saing. Sektor F&B di Indonesia membuktikan bahwa adopsi digital termasuk digital payments dan digital marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan (Sinaga, Sazkhya Sinaga, Irene, & Christanti, 2023). Selain itu, adopsi digital memberikan keuntungan ganda: bisnis dapat meningkatkan penjualan, sementara konsumen mendapatkan kemudahan dalam memesan dan bertransaksi, yang pada akhirnya meningkatkan pengalaman pelanggan. (Sinaga, Sazkhya Sinaga, Irene, & Christanti, 2023) Dukungan terhadap pendekatan teknologi ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Mohamad Arrizal dan Adhi Rizal (2024) yang juga menggunakan Jetpack Compose serta menerapkan Clean Architecture. Arsitektur ini dipilih untuk memisahkan logika bisnis dari antarmuka pengguna, sehingga meningkatkan modularitas, skalabilitas, dan kemudahan pengujian aplikasi (Arrizal & Rizal, 2024). Selain itu, penelitian tersebut mengadopsi metodologi Scrum yang memfasilitasi pengembangan iteratif dan kolaboratif, memungkinkan penyesuaian berkelanjutan berdasarkan umpan balik pengguna. Hasilnya, aplikasi tersebut mendapatkan tingkat kepuasan pengguna sebesar 84,8%, yang menegaskan bahwa kombinasi teknologi modern dan metodologi yang adaptif mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat (Arrizal & Rizal, 2024). Dalam laporan ini penulis fokus pada pengembangan aplikasi mulai dari analisis kebutuhan, perancangan UI/UX, hingga implementasi yang diharapkan dapat meningkatkan pembelian, kemudahan dalam bertransaksi, serta memperkuat loyalitas pelanggan. Aplikasi ini akan berfungsi bagi pengguna untuk melihat menu, memesan, dan membayar secara digital, sehingga secara signifikan mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan.