Koleksi Pustaka
REDESAIN USER INTERFACE WEBSITE BIRO KOMUNIKASI HUBUNGAN MASYARAKAT DI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

Website Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berfungsi sebagai kanal resmi penyampaian informasi kebijakan, program, dan layanan publik yang diakses oleh guru, siswa, orang tua, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga kalangan media. Kontennya mencakup berita dan siaran pers, regulasi, panduan layanan, hingga materi publikasi yang mendukung komunikasi institusi. Sebagai beranda digital Kemendikdasmen, website BKHM diharapkan menyajikan informasi yang mudah ditemukan, mudah dibaca, dan konsisten di berbagai perangkat agar fungsi komunikasi publik berjalan efektif. Berdasarkan hasil analisis dan diskusi bersama Tim Laman SPBE, peninjauan awal pada laman BKHM Kemendikdasmen menunjukkan perlunya peningkatan pada aspek aksesibilitas yang meliputi kontras warna, keterjangkauan elemen, dan kejelasan state interaksi, serta keterbacaan mencakup tipografi yang kurang terbaca, spasi yang berlebih/tidak proporsional, struktur konten yang belum jelas, serta penandaan tautan/tombol yang kurang tegas. Temuan berulang terdapat pada navigasi, kotak pencarian, tautan unduh, hierarki heading, serta konsistensi state tombol dan link (hover, focus, active). Kondisi ini berpotensi mengurangi kejelasan informasi dan efektivitas komunikasi publik, sehingga dibutuhkan pendekatan perbaikan yang sistematis dan berbasis bukti. Sebagai respons atas kebutuhan tersebut, penugasan magang difokuskan pada Redesain User Interface Website BKHM Kemendikdasmem demi peningkatan aksesibilitas dan keterbacaan informasi. Secara konsep, peningkatan aksesibilitas berarti memastikan pengguna dapat menemukan, membaca, dan mengoperasikan konten dengan mudah melalui perbaikan warna/kontras dan tata letak, penataan navigasi serta pencarian, dan konsistensi komponen antarkonten/halaman. Jika aspek tersebut tidak ditingkatkan, pengguna akan mengalami kesulitan dalam bernavigasi, mencari informasi, dan memahami prosedur, yang pada gilirannya menurunkan efisiensi temu informasi serta kualitas layanan publik. (Ronggo Alit et al., 2023) Pada ranah User Interface/User Experience (UI/UX), keterbacaan informasi adalah kemudahan teks untuk dibaca dan dipahami, yang dipengaruhi oleh ukuran dan jenis huruf. Dalam kerangka evaluasi heuristik, aspek keterbacaan berjalan beriringan dengan konsistensi dan efisiensi (Putu et al., 2024). Penerapan aspek keterbacaan informasi membantu mengidentifikasi masalah lebih cepat, membuat navigasi menjadi lebih efisien, keterlibatan pengguna yang lebih baik, dan turunnya tingkat kesalahan. Jika keterbacaan tidak ditingkatkan, pengguna lebih sulit menemukan dan memahami informasi, serta kualitas pengalaman/layanan publik menurun (Kurnia and Nawaningtyas, 2024). Kegiatan magang diawali dengan penyusunan modul UI/UX yang merangkum pengetahuan dasar dan praktik desain yang benar merujuk referensi jurnal/standar internasional. Modul ini menjadi landasan teoritis untuk melanjutkan ke tahap pengujian UI/UX, yang didokumentasikan secara terstruktur dalam Google Sheet. Temuan kemudian diterjemahkan menjadi rancangan solusi dalam bentuk desain high-fidelity beserta prototype di Figma. Melalui rangkaian langkah ini, kegiatan magang ditujukan untuk menghasilkan antarmuka yang lebih inklusif, terbaca, dan konsisten (Putu et al., 2024), sekaligus menyediakan dasar implementasi perbaikan berkelanjutan bagi pengelolaan antarmuka digital di lingkungan BKHM Kemendikdasmen.

Daftar File
  • Laporan Magang - REDESAIN USER INTERFACE WEBSITE BIRO KOMUNIKASI HUBUNGAN MASYARAKAT DI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
    Maaf file hanya dapat di unduh oleh pihak yang mempunyai akses file private
  • Kata Kunci
    Redesain, User Interface, Website