Koleksi Pustaka
Dalam pengembangan aplikasi multimedia interaktif, konten visual menjadi penentu utama efektivitas penyampaian informasi. Sejalan dengan kebutuhan tersebut, pemilihan format konten visual harus mampu memberikan representasi yang akurat dan mudah dipahami. Dalam hal ini, desain 3D dan animasi merupakan pilihan yang sangat relevan karena sifatnya yang imersif. Model 3D memungkinkan pengguna untuk memvisualisasikan objek dari berbagai sudut pandang yang tidak mungkin dicapai oleh gambar statis, sementara animasi berperan penting dalam mendemonstrasikan proses, tahapan, atau perubahan yang terjadi seiring waktu. Integrasi model 3D dan animasi dalam aplikasi multimedia interaktif berbasis augmented reality (AR) dapat menciptakan pengalaman visualisasi yang unik dan memungkinkan proyeksi konten digital ke dunia nyata sehingga menghasilkan tingkat keterlibatan dan pemahaman yang mendalam. PT Hetra Teknologi Indonesia merupakan perusahaan penyedia layanan teknologi perangkat lunak yang bergerak di bidang desain engineering, pekerjaan akuntansi, serta pengembangan augmented reality. Perusahaan ini telah memproduksi banyak media pembelajaran edukasi berbasis augmented reality. Berdasarkan diskusi bersama mentor dalam Praktik Kerja Lapangan (PKL), disimpulkan adanya kebutuhan dari klien akan sebuah inovasi media edukasi. Klien mengidentifikasi bahwa metode edukasi gigi konvensional, yang umumnya mengandalkan teks atau gambar dua dimensi (2D), sering kali gagal membantu pasien memahami kompleksitas anatomi dan tahapan perawatan. Oleh karena itu, proyek pengembangan aplikasi edukasi kesehatan gigi berbasis augmented reality diusulkan sebagai solusi untuk mentransformasi edukasi pasif menjadi interaktif dan visual. Klien berkeinginan agar pasiennya dapat lebih mudah memahami anatomi gigi dan prosedur perawatan melalui pengalaman augmented reality dan konten multimedia yang imersif, sekaligus mengatasi masalah utama, yaitu keterbatasan visualisasi dari materi edukasi konvensional. Adopsi visualisasi 3D terbukti efektif dalam mentransformasi keterbatasan materi 2D statis. Hal ini didukung oleh berbagai temuan penelitian sebelumnya. Salah satu penelitian oleh Murdhani, Saraswati & Muhammad (2023) menyatakan bahwa aplikasi berbasis augmented reality terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dibandingkan media konvensional karena efektivitas objek 3D. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa pemahaman siswa yang belajar dengan animasi 3D memiliki persentase lebih tinggi (41,99%) dibandingkan animasi 2D (34,38%), dan penggunaan 3D juga berkontribusi pada penurunan tingkat miskonsepsi (41,02% pada 3D berbanding 43,95% pada 2D). Temuan ini menguatkan urgensi penggunaan teknologi visual 3D dalam konteks edukasi kesehatan gigi. Pemanfaatan augmented reality memungkinkan objek 3D yang kompleks, seperti model anatomi gigi dan tahapan prosedur perawatan, diproyeksikan secara langsung ke lingkungan fisik pasien. Hal ini menciptakan pengalaman visual yang imersif, interaktif, dan membantu pasien memahami informasi dengan jelas. Berdasarkan paparan di atas, laporan Praktik Kerja Lapangan ini secara spesifik berfokus pada proses pengembangan aset model 3D dan animasi. Aset-aset ini akan diintegrasikan ke dalam aplikasi augmented reality bertema edukasi kesehatan gigi, yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan visualisasi klien. Pengembangan aset 3D dan animasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Blender 3D, Adobe Substance Painter, dan Unity.