Koleksi Pustaka
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. merupakan salah satu industri semen berskala besar di Indonesia yang menempatkan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai prioritas utama. Dalam lingkungan operasional dengan ritme kerja yang tinggi dan interaksi konstan dengan mesin-mesin berat, kewaspadaan dan kondisi fisik prima dari setiap pekerja adalah kunci untuk menjaga produktivitas sekaligus menekan angka kecelakaan. Salah satu faktor risiko paling signifikan yang dapat mengganggu stabilitas operasional adalah kelelahan fisik (fatigue). Kondisi ini secara langsung menurunkan tingkat konsentrasi, memperlambat refleks, dan meningkatkan potensi human error yang dapat berakibat fatal di lingkungan kerja industri. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, metode pemantauan kondisi pekerja yang ada saat ini seringkali masih bersifat subjektif, seperti pengamatan visual oleh atasan atau pelaporan diri dari pekerja. Metode-metode ini memiliki keterbatasan karena tidak dapat memberikan data yang terukur secara kuantitatif dan cenderung bersifat reaktif, artinya tindakan baru diambil setelah tanda-tanda kelelahan terlihat jelas. Hal ini dinilai kurang efektif untuk strategi K3 yang bersifat preventif atau pencegahan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pendekatan yang lebih objektif dan ilmiah, dimana salah satunya adalah melalui pengukuran waktu reaksi (reaction time) sebagai indikator fisiologis yang valid untuk menilai tingkat kelelahan seorang pekerja. Menjawab kebutuhan tersebut, maka kegiatan magang ini difokuskan pada pengembangan sebuah alat uji kelelahan fisik pekerja yang portabel dan modern berdasarkan pengukuran waktu reaksi berbasis teknologi IoT (Internet of Things). Pemanfaatan teknologi IoT dalam hal ini adalah untuk menciptakan perangkat pintar yang mampu mengakuisisi, mengolah, dan menyajikan data secara cepat dan mandiri. Pengembangan alat ini bertujuan untuk menyediakan sebuah solusi praktis yang dapat memberikan data akurat mengenai tingkat kelelahan pekerja secara on-the-spot. Dengan demikian, pihak manajemen atau divisi K3 dapat melakukan tindakan preventif yang tepat sasaran, seperti memberikan waktu istirahat tambahan, sebelum kelelahan pekerja mencapai tingkat yang membahayakan keselamatan dan produktivitas di lingkungan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.