Koleksi Pustaka
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan industri untuk mencapai proses produksi yang lebih cepat dan efisien, keberadaan sistem pencatatan output yang andal menjadi semakin krusial, khususnya pada lini forging. Di PT Komatsu Undercarriage Indonesia, pencatatan hasil proses forging hingga saat ini masih dilakukan secara manual. Metode tersebut mengharuskan operator menunggu material mencapai suhu aman sebelum dilakukan penghitungan, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh data output menjadi jauh lebih panjang. (Saputra & Wibowo, 2024). Ketergantungan terhadap proses manual tersebut berdampak signifikan terhadap processing time. Operator harus melakukan penghitungan satu per satu secara langsung, yang tidak hanya memakan waktu tetapi juga menunda alur informasi menuju proses administrasi. Kondisi ini menyebabkan terjadinya bottleneck pada alur produksi karena data output baru dapat diproses setelah melalui tahapan tunggu pendinginan material. Dalam konteks kebutuhan produksi yang semakin cepat, metode ini menjadi kurang efektif. (Nugraha et al., 2025). Kendati demikian, akurasi penghitungan tetap menjadi aspek yang tidak dapat dikompromikan. Oleh sebab itu, diperlukan suatu solusi yang mampu menghemat waktu secara signifikan tanpa mengurangi ketepatan data. Implementasi sistem pencatatan berbasis teknologi seperti perangkat IoT, sensor, dan mekanisme automated counting menjadi pendekatan yang relevan. Sistem tersebut memungkinkan penghitungan dilakukan secara otomatis pada saat proses berlangsung, tanpa menunggu material mencapai suhu tertentu, sehingga waktu penghitungan dapat dipangkas secara drastis. (Saputra & Wibowo, 2024). Melalui pendekatan otomatisasi ini, perusahaan dapat memperoleh data output secara real-time dengan tingkat akurasi yang konsisten. Teknologi Internet of Things (IoT) juga mendukung integrasi langsung dengan dashboard pemantauan sehingga data dapat dianalisis, disimpan, dan diakses tanpa jeda. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi waktu, tetapi juga menghilangkan potensi human error yang lazim terjadi pada pencatatan manual. (Pratama & Hidayat, 2024). Dengan demikian, penerapan sistem digital berbasis Internet of Things (IoT) memberikan dua manfaat utama secara bersamaan, yaitu pengurangan waktu penghitungan yang signifikan serta terjaganya akurasi data output forging, sehingga proses operasional menjadi lebih cepat, efisien, dan dapat diandalkan.