Koleksi Pustaka
Transformasi digital telah menjadi aspek penting dalam peningkatan efektivitas dan efisiensi berbagai kegiatan organisasi, termasuk di lingkungan instansi pemerintahan. Pemanfaatan teknologi informasi tidak hanya berfungsi untuk mempercepat proses administrasi, tetapi juga untuk memastikan transparansi, keterpaduan data, serta kemudahan akses informasi bagi seluruh pihak yang berkepentingan. Salah satu teknologi yang berkembang adalah teknologi informasi, dapat dilihat dari banyaknya akses informasi yang tersedia secara langsung. Ilmu dan teknologi yang terus berkembang mendorong perkembangan teknologi informasi yang digunakan dalam sistem administrasi, hal ini dapat dilihat dari adanya pengolaan sistem perpustakaan secara digital (Zurna, Rini and Pratama, 2022). Perpustakaan memiliki peran strategis sebagai pusat sumber pengetahuan yang menunjang kegiatan penelitian dan pengembangan, khususnya di lembaga pemerintahan dan pendidikan. Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi, tetapi juga sebagai pusat akses yang memfasilitasi pengguna dalam menemukan dan meminjam berbagai referensi (Putri, 2024). Pengelolaan data koleksi, peminjaman, dan pengembalian buku secara manual sering kali menimbulkan kendala seperti kesalahan pencatatan, keterlambatan dalam pembaruan data, serta kesulitan dalam pencarian informasi buku. Oleh karena itu, penerapan sistem informasi perpustakaan berbasis digital menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan serta memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengakses informasi dan melakukan peminjaman buku. Di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan (Balitbang Kemhan), perpustakaan berfungsi mendukung kegiatan riset dan pengembangan di bidang pertahanan. Namun, berdasarkan hasil observasi selama pelaksanaan magang, sistem pengelolaan perpustakaan di Balitbang Kemhan masih dilakukan secara konvensional. Proses pencatatan data buku, pengelolaan stok, serta pencatatan peminjaman dan pengembalian masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu lebih lama dan berpotensi menimbulkan kesalahan administrasi. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan sistem terintegrasi yang dapat mengotomatisasi proses tersebut dan mendukung kegiatan pengelolaan informasi secara digital. Sistem yang dikembangkan merupakan website perpustakaan yang dirancang untuk mempermudah pengelolaan koleksi buku, pencarian informasi, serta peminjaman dan pengembalian buku secara daring. Sistem ini memiliki dua peran pengguna, yaitu admin dan pengunjung. Admin dapat menambahkan dan memperbarui data buku, mengatur stok, serta mengonfirmasi peminjaman dan pengembalian, sedangkan pengunjung dapat menelusuri koleksi dan mengajukan peminjaman secara daring. Dengan adanya sistem ini, aktivitas pengelolaan perpustakaan dapat terdigitalisasi secara terintegrasi sehingga meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kecepatan layanan. Diharapkan sistem ini dapat menjadi solusi inovatif dalam pengelolaan perpustakaan sekaligus memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi penulis dalam penerapan kemampuan teknis di bidang pengembangan perangkat lunak berbasis web. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan digitalisasi tersebut, Balitbang Kemhan membentuk Sekretariat sebagai unsur pendukung manajerial yang di dalamnya terdapat Bagian Data dan Informasi sebagai unit yang berfokus pada pengelolaan dan pengembangan sistem informasi, di mana penulis melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Bagian Data dan Informasi tersebut dengan peran sebagai Web Developer. Melalui kegiatan PKL ini, penulis terlibat langsung dalam proses Pembangunan dan pengujian sistem sehingga penulis dapat menerapkan kemampuan teknis sekaligus memahami alur pengembangan layanan digital di lingkungan instansi pemerintah. Diharapkan pelaksanaan kegiatan PKL ini dapat mendukung peningkatan kualitas layanan perpustakaan di Balitbang Kemhan serta memberikan pengalaman berharga bagi penulis dalam memasuki dunia kerja profesional.