Koleksi Pustaka
Proyek ini menghadirkan solusi sistem/aplikasi monitoring lingkungan berbasis Internet of Things (IoT) untuk ruang data center PT Informatics OASE (12DCO) sebagai upaya mengatasi keterbatasan pemantauan manual yang tidak efisien dan rentan terhadap human error. Sistem dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32 dan sensor DHT22 untuk mendeteksi suhu serta kelembaban secara real-time, dengan transmisi data melalui protokol Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) via broker EMQX yang diamankan menggunakan SSL/TLS dan autentikasi user. Arsitektur sistem terintegrasi dengan back-end FastAPI dan database MySQL untuk penyimpanan data, serta menampilkan informasi melalui dasbor web berbasis HTML, CSS (Bootstrap), dan JavaScript yang menyerupai tampilan SCADA (sederhana namun tetap informatif). Integrasi sistem dengan Telegram Bot API bertujuan untuk mengirimkan notifikasi peringatan dini kepada IT atau NOC engineer secara otomatis. Notifikasi akan muncul ketika nilai suhu maupun kelembaban mencapai atau melampaui ambang batas (threshold) yang telah ditentukan, dalam hal ini merujuk pada standar ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers), yaitu pada rentang 18°C–27°C. Hasil implementasi menunjukkan keberhasilan sistem dalam menerima, menyimpan, dan menampilkan data sensor secara real-time dari dua titik lokasi (Cold Area dan Hot Area), dengan mekanisme pengiriman notifikasi berkala setiap 5 menit apabila kondisi anomali masih berlangsung. Secara keseluruhan, proyek ini menawarkan solusi monitoring yang hemat biaya (berbasis open-source), efektif dalam meningkatkan responsivitas pemeliharaan lingkungan data center, dan meminimalkan potensi kerusakan perangkat keras akibat fluktuasi suhu dan kelembaban yang tidak terkontrol.