Koleksi Pustaka
Learning Management System (LMS) merupakan platform yang digunakan untuk mengelola proses pelatihan secara digital (Wulandari & Tohir, 2024). LMS juga sangat relevan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian. PT Teknologi Lokatani Indonesia mengembangkan LMS untuk memfasilitasi program pelatihan hidroponik. Tujuannya adalah memungkinkan petani dari berbagai wilayah untuk mengikuti pembelajaran secara daring tanpa perlu hadir secara fisik. Pada tahap awal pengembangan, aspek keamanan sistem belum diterapkan secara menyeluruh. Beberapa komponen penting seperti pengaturan hak akses administrator, validasi data, serta perlindungan dari kerentanan web umum belum dibangun. Akibatnya, seluruh pengguna yang berhasil login sebagai admin memiliki akses penuh terhadap seluruh fitur CMS tanpa pembatasan berdasarkan peran atau tanggung jawab. Hal ini menimbulkan berbagai risiko keamanan, seperti potensi perubahan data penting oleh pengguna yang tidak berwenang maupun penyalahgunaan fitur oleh pihak internal (Jakimoski et al., 2022). Untuk memastikan keamanan sistem sejak tahap awal, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan terstruktur. Secure Software Development Life Cycle (SSDLC) menjadi metode yang tepat karena mengintegrasikan kontrol keamanan pada setiap tahapan pengembangan, mulai dari identifikasi kebutuhan keamanan, perancangan sistem yang aman, implementasi secure coding, hingga pengujian kerentanan (Reddy, 2025). Selama kegiatan magang, penulis melakukan analisis serta implementasi aspek keamanan pada CMS Admin Panel LMS dengan berpedoman pada prinsip-prinsip SSDLC. Pendekatan ini memastikan bahwa sistem pelatihan petani yang dikembangkan tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional perusahaan, tetapi juga memiliki pondasi keamanan yang kuat sejak awal (Jakimoski et al., 2022).