Koleksi Pustaka
Perkembangan teknologi informasi mendorong perusahaan untuk melakukan modernisasi sistem internal guna meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan. Sistem digital seperti inventory dashboard dan portal internal menjadi komponen penting dalam mendukung proses bisnis perusahaan karena berfungsi sebagai pusat informasi, monitoring kinerja, serta akses layanan internal (Yanto, 2022). Seiring meningkatnya kompleksitas data dan kebutuhan integrasi, perusahaan memerlukan platform yang stabil, aman, serta mudah dikembangkan dalam jangka panjang. PT Telekomunikasi Selular memanfaatkan aplikasi inventory dashboard (Warna) dan portal internal (Genesis) sebagai bagian dari sistem operasional sehari-hari. Namun, kedua aplikasi tersebut dibangun menggunakan framework CodeIgniter 3, yang kini sudah tidak lagi mendapatkan pembaruan besar serta memiliki banyak keterbatasan, khususnya dalam hal fleksibilitas, keamanan, dan maintainability. Selain itu, pemisahan aplikasi menjadi beberapa layanan menyebabkan duplikasi alur login, inkonsistensi data, serta meningkatnya beban operasional dan pemeliharaan. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan selama tahap Analisis Codebase dan Initial Assessment, ditemukan sejumlah permasalahan seperti struktur folder yang tidak terstandarisasi, penggunaan library usang, inkonsistensi skema basis data, dan banyaknya modul yang saling bergantung satu sama lain. Kondisi ini menyulitkan proses pengembangan lanjutan serta memperbesar risiko kesalahan sistem. Temuan ini sejalan dengan Andriyani, Rahmawati, dan Nurjanah (2024) yang menjelaskan bahwa sistem lama dengan struktur yang tidak terkelola dapat menghambat efektivitas digitalisasi bisnis. Sebagai solusi, dilakukan proyek re-engineering aplikasi inventory dashboard dan portal internal PT Telekomunikasi Selular dari CodeIgniter 3 ke Laravel 10 dalam satu platform monolitik. Proyek ini mencakup serangkaian tahapan seperti analisis struktur lama, adaptasi lingkungan pengembangan, perbaikan basis data, refactoring modul-modul eksisting, migrasi fitur bertahap, hingga integrasi keseluruhan sistem ke dalam satu platform Laravel 10. Pendekatan clean architecture diterapkan untuk memastikan kode lebih terstruktur, modular, dan mudah diuji.