Koleksi Pustaka
Perkembangan industri manufaktur otomotif menuntut adanya sistem kerja yang responsif, efisien, dan terintegrasi, khususnya dalam pengelolaan informasi dan alur pelaporan operasional. Di era digitalisasi industri saat ini, penerapan teknologi informasi tidak hanya berfungsi sebagai pendukung aktivitas perusahaan, tetapi telah menjadi bagian strategis dalam optimalisasi proses bisnis (Kagermann et al., 2013). Hal ini sejalan dengan kompetensi yang dikembangkan dalam Program Studi Teknik Informatika, yang berfokus pada rekayasa perangkat lunak, sistem informasi, dan penerapan solusi digital berbasis kebutuhan industri. Sebagai institusi pendidikan vokasi, Politeknik Negeri Jakarta menempatkan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai salah satu bagian integral dari kurikulum untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman langsung di dunia kerja. Kegiatan PKL memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan teori yang telah dipelajari di bangku perkuliahan ke dalam praktik nyata, sekaligus mengembangkan kemampuan profesional dalam lingkungan industri. PT Musashi Auto Parts Indonesia, sebagai perusahaan yang bergerak di sektor industri otomotif, memiliki sistem operasional yang kompleks dan membutuhkan pengelolaan data yang cepat, akurat, dan terdokumentasi dengan baik. Dalam pelaksanaannya, proses pelaporan internal, khususnya terkait permintaan bantuan teknis atau pengajuan kebutuhan dari berbagai divisi, masih memerlukan efisiensi agar alur informasi lebih terstruktur dan mudah dipantau. Proses pelaporan yang masih dilakukan secara manual berpotensi menimbulkan keterlambatan koordinasi antar bagian, kesalahan pencatatan data, serta kesulitan dalam menelusuri status dan riwayat laporan, sehingga dapat berdampak pada terhambatnya proses operasional di lingkungan pabrik (Womack et al., 2007). Seiring dengan perkembangan Industri 4.0 dan penerapan konsep smart factory, perusahaan manufaktur mulai mengadopsi sistem digital untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi proses kerja (Lasi et al., 2014). Digitalisasi proses operasional, termasuk pelaporan internal dan pengelolaan permintaan antar bagian, menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data serta peningkatan kinerja operasional pabrik. Berdasarkan kebutuhan tersebut, Departemen IT menginisiasi pengembangan Aplikasi Ticketing Form Factory berbasis mobile menggunakan Microsoft PowerApps sebagai solusi digital untuk mempermudah proses pengajuan tiket laporan dan pemantauan status permintaan dari berbagai bagian pabrik. Penerapan sistem ini mampu meningkatkan efisiensi proses pelaporan, mempercepat koordinasi antar bagian, serta meningkatkan transparansi status penanganan setiap permintaan. Selain itu, seluruh laporan terdokumentasi secara sistematis sehingga memudahkan proses pelacakan dan evaluasi. Secara akademik, penerapan aplikasi ini sejalan dengan konsep IT Service Management (ITSM), di mana sistem ticketing digunakan sebagai sarana pengelolaan layanan IT yang terstruktur, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan (Axelos, 2019). Melalui proyek ini, penulis tidak hanya berperan dalam proses implementasi dan pengujian, tetapi juga mempelajari penerapan siklus pengembangan aplikasi dalam lingkungan industri dengan standar kerja profesional.