Koleksi Pustaka
PENGEMBANGAN APLIKASI MANAJEMEN ASET DI PT QTERA MANDIRI

Terlepas dari skalanya, akan ada waktu di mana perusahaan harus mulai melakukan pendataan terhadap tiap aset yang dimiliki guna menunjang kegiatan operasional. Namun, pendataan secara konvensional sering kali memberikan tantangan terhadap konsistensi data yang dilacak. Human error atau kesalahan manusia kerap menjadi alasan utama pendataan menjadi tidak konsisten, yang menyebabkan perusahaan mengalami kerugian akibat aset yang tidak terlacak dengan baik. Di dalam lingkungan bisnis yang kompleks, manajemen aset yang baik akan menjadi faktor yang sangat penting karena berkontribusi langsung pada efisiensi penggunaan sumber daya dan juga pengurangan biaya operasional (Wahyudi, 2025). Tanpa sistem yang terintegrasi dengan baik, pemanfaatan praktik manajemen aset tidak dapat bekerja secara maksimal dan justru dapat menghambat kinerja perusahaan secara keseluruhan. Dalam mengatasi hal ini, teknologi informasi memberikan solusi berupa Sistem Manajemen Aset yang dapat membantu perusahaan melakukan pelacakan dan pemeliharaan aset guna mengurangi kemungkinan kesalahan akibat kelalaian sistem konvensional. Terlebih, seiring berjalannya waktu, teknologi yang berkembang menghadirkan berbagai solusi baru untuk memperbaiki kekurangan ataupun memberikan tambahan fungsional terhadap sistem yang sudah ada. Dalam hal ini, sistem manajemen aset modern sering kali sudah dilengkapi dengan integrasi ekosistem IoT atau Internet of Things sehingga pelacakan aset dapat dilakukan dengan lebih efisien. Menurut Oyeniyi et al. (2024), integrasi IoT memungkinkan pelacakan aset secara real-time, yang secara signifikan dapat meningkatkan tingkat pemanfaatan aset dan mengurangi risiko kehilangan dibandingkan metode pelacakan tradisional. PT Qtera Mandiri sebagai salah satu perusahaan teknologi informasi di Indonesiahadir sebagai penyedia solusi IT (Information Technology) dengan berfokus pada keamanan siber. PT Qtera Mandiri menghadirkan berbagai solusi terkemuka dari Eropa untuk memastikan kualitas layanan dan juga produk yang diberikan. Namun tidak hanya itu, PT Qtera Mandiri juga menghadirkan sebuah solusi aplikasi manajemen aset yang dirancang sebagai SaaS (Software as a Service) untuk membantu permasalahan perusahaan dalam melakukan manajemenaset mereka. Dengan sistem ini, perusahaan berharap dapat menyelesaikan masalah operasional konsumen terkait hilangnya aset atau pendataan yang tidak konsisten untuk meminimalisir kerugian dan juga meningkatkan produktivitas operasional mereka. Sebagai perusahaan yang sudah berkecimpung dalam dunia pembuatan sistem perangkat lunak, tantangan tidak berhenti hanya disaat pengembangan awal aplikasi. Sebuah aplikasi yang telah berjalan akan terus menghadapi berbagai tantangan baru. Tantangan ini umumnya selalu berkaitan dengan pembaruan sistem aplikasi seperti pembaruan fitur, permintaan klien, ataupun migrasi keteknologi yang lebih baru. Dalam kasus ini, perusahaan tengah menghadapi pengembangan terkait pembaruan pada sistem backend dan juga antarmuka pengguna (User Interface) pada aplikasi manajemen aset mereka. Pembaruan ini dilakukan untuk membantu memberikan performa yang lebih baik pada aplikasi dan juga menyediakan ruang guna menunjang skalabilitas aplikasi di masa yangmendatang. Sebagaimana dijelaskan oleh Almashhadani et al. (2023), pemeliharaan perangkat lunak atau software maintenance adalah proses perubahan dan juga perbaikanberkelanjutan yang mencakup modifikasi perangkat lunak setelah perilisan untukmemperbaiki kesalahan, meningkatkan kinerja, atau beradaptasi denganperubahan lingkungan yang baru. Hal ini berbeda dengan pengembanganawal karena pemeliharaan bergantung pada pemahaman terhadap programyang sudah ada untuk menjaga sistem tetap stabil sesuai kebutuhan pengguna. Adaptasi sistem inilah yang menjadi fokus pekerjaan penulis saat melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT Qtera Mandiri. Penulis ditempatkan di divisi Kotlin Mobile Programmer untuk melakukan pembaruan pada aplikasi mobile yang dikembangkan oleh perusahaan. Pembaruan yang dimaksud meliputi migrasi koneksi aplikasi dari sistem API (Application Programming Interface) yang lama ke struktur API yang baru, serta pembaruan dan juga perbaikan bug atau kesalahan pada antarmuka pengguna untuk meningkatkan kualitas pengalamanpengguna. Dalam laporan ini, penulis akan memaparkan proses teknis pembaruan aplikasi mobile manajemen aset perusahaan mulai dari perencanaan dan komunikasi kepada tim UI/UX dan juga backend hingga implementasinya pada kode sumber yang ada. Namun dalam pemaparan ini, penulis hanya akan menjelaskangambaran umum guna menjaga kerahasiaan bisnis perusahaan. Melalui laporan ini juga diharapkan penulis dapat dengan baik memberikan gambaran bagaimana ekosistem perbaikan aplikasi yang sudah berjalan (existing software) dilakukan untuk menjamin keberlanjutan sistem.

Daftar File
  • Laporan Magang - Pengembangan Aplikasi Manajemen Aset di PT Qtera Mandiri
    Maaf file hanya dapat di unduh oleh pihak yang mempunyai akses file private
  • Kata Kunci
    Manajemen Aset