Koleksi Pustaka
Transformasi digital global saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan pesat Internet of Things (IoT), yang secara signifikan mengubah cara manusia berinteraksi dengan perangkat teknologi. Di tingkat nasional,Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara aktif mendorong penguatan ekosistem IoT melalui berbagai inisiatif kolaboratif lintas sektor (Kominfo, 2023). Arsitektur sistem Internet of Things (IoT) seperti Antares Eazy menuntut kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai perangkat keras dari merek yang berbeda agar dapat berfungsi secara harmonis (interoperabilitas perangkat keras). Selain itu, sistem juga harus mampu menjaga konektivitas data secara real-time serta memastikan keandalan fitur keamanan berlapis, termasuk mekanisme seperti notifikasi pembobolan dan perlindungan berbasis kecerdasan buatan (AI security). Kompleksitas integrasi tersebut menimbulkan tantangan penjamin mutu (Quality Assurance/QA) yang tinggi, karena setiap komponen harus diuji agar beroperasi dengan konsisten dan aman. Hal ini sejalan dengan temuan Megawati dan Lawi (2021) yang menyoroti aspek keamanan dan interoperabilitas sebagai isu utama dalam pengembangan teknologi IoT. Integrasi antara perangkat keras, perangkat lunak, dan elemen layanan digital, termasuk e-commerce, dalam satu alur pengguna (user journey) memperkuat kebutuhan akan proses QA yang lebih ketat dan menyeluruh.