Koleksi Pustaka
Perkembangan Industri 4.0 mendorong transformasi digital pada sektor biofarmasi di Indonesia, termasuk di PT Kalbio Global Medika. Kondisi eksisting menunjukkan jaringan OT pada zona produksi dapat diakses langsung dari jaringan internal perusahaan hanya dengan mengetahui IP dan port layanan aktif tanpa segmentasi jaringan maupun kontrol akses yang memadai. Hal ini menimbulkan risiko kebocoran data, penyalahgunaan akses, dan gangguan terhadap sistem kritikal. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan arsitektur Industrial Demilitarized Zone (IDMZ) berbasis firewall FortiGate mengacu pada model ISA-95/Purdue Level 3.5 menggunakan metode Network Development Life Cycle (NDLC). Evaluasi mencakup pengujian (QoS), efektivitas pemblokiran akses tidak sah, dan pencatatan log. Hasil pengujian menunjukkan throughput meningkat dari 35,313 Mbps menjadi 50,381 Mbps. Delay meningkat dari 7,346 ms menjadi 13,351 ms dan jitter dari 0,314 ms menjadi 0,823 ms, namun masih memenuhi kategori baik berdasarkan standar TIPHON. Packet loss tetap 0%. Firewall memblokir 100% akses langsung IT ke OT tanpa VPN, sementara log FortiGate merekam seluruh aktivitas trafik antar zona. Implementasi IDMZ terbukti meningkatkan keamanan jaringan dengan pemblokiran sebesar 100%, sementara performa tetap dalam kategori "Baik" berdasarkan standar TIPHON dengan peningkatan throughput 42,7% (dari 35,313 Mbps menjadi 50,381 Mbps), delay 13,351 ms, jitter 0,823 ms, dan packet loss 0%.