Koleksi Pustaka
Kualitas tanah berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas padi. Pemantauan kualitas tanah secara konvensional masih memiliki berbagai keterbatasan, seperti tidak dapat dilakukan secara real-time, membutuhkan waktu pengukuran yang relatif lama, serta belum mampu menyimpan data secara digital untuk pemantauan berkelanjutan. Kondisi tersebut menyebabkan petani mengalami kesulitan dalam memantau perubahan kualitas tanah secara cepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring kualitas tanah berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu melakukan pemantauan secara real-time, menampilkan hasil klasifikasi tingkat kesuburan tanah, serta memberikan rekomendasi pemupukan untuk mendukung pertanian presisi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksperimental melalui perancangan, implementasi, dan pengujian kinerja sistem. Sistem dikembangkan menggunakan soil sensor 7-in-1, ESP32, protokol MQTT, platform ThingsBoard untuk mengolah parameter pH, suhu, kelembaban, nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), dan electrical conductivity (EC). Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem memiliki rata-rata latensi publish MQTT sebesar 1,4 ms dan nilai packet loss sebesar 14,67%. Pengujian mode hybrid menghasilkan tingkat keberhasilan sinkronisasi data sebesar 100%, dengan seluruh data yang tersimpan saat kondisi offline berhasil dikirim kembali ke server ketika koneksi internet tersedia. Selain itu, sistem mampu beroperasi secara kontinu hingga 12 jam 5 menit dan menghasilkan pembacaan sensor yang konsisten pada pengukuran berulang. Berdasarkan hasil pengujian, sistem yang dikembangkan mampu melakukan monitoring kualitas tanah secara real-time, portabel, serta menjaga ketersediaan data melalui mekanisme hybrid (online dan offline).