Koleksi Pustaka
Pembelajaran kebudayaan daerah secara holistik di tingkat Sekolah Dasar seringkali terkendala oleh penggunaan buku teks dengan visualisasi dua dimensi (2D) statis yang mengakibatkan 81% siswa kesulitan mengilustrasikan bentuk asli senjata tradisional dan 67% siswa merasa jenuh dengan teks deskriptif yang panjang. Upaya menghadirkan objek fisik asli atau kunjungan ke museum juga sulit direalisasikan karena faktor keamanan dan biaya, sehingga diperlukan media pendukung yang memanfaatkan keakraban siswa terhadap gawai, mengingat 93% siswa terbiasa melihat representasi objek 3D dan 85% tertarik pada aplikasi visual interaktif. Teknologi Augmented Reality (AR) dipilih sebagai solusi karena lebih unggul dibandingkan video animasi 3D yang membuat siswa cenderung pasif, maupun Virtual Reality (VR) yang memerlukan kacamata khusus, berbiaya tinggi, mengisolasi interaksi sosial siswa, dan rentan memicu efek pusing. Untuk menutupi kelemahan aplikasi AR terdahulu yang kurang praktis karena masih mewajibkan kartu gambar cetak (Marker-Based), penelitian ini mengembangkan aplikasi media pembelajaran interaktif bernama "PUSAKAR". Aplikasi ini mengimplementasikan inovasi Markerless Augmented Reality jenis Ground Plane Detection untuk memproyeksikan objek 3D senjata tradisional secara stabil di atas permukaan datar tanpa perlu kartu cetak. Sebagai pendukung utuh, PUSAKAR juga mengintegrasikan ensiklopedia multimedia (seperti gambar rumah adat, pakaian adat, tarian, kuliner, dan audio lagu daerah dari 6 provinsi sampel) serta modul kuis latihan yang dirancang untuk dapat dioperasikan sepenuhnya secara luring (offline) guna mendukung Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka.