Koleksi Pustaka
Lingkungan laboratorium pengujian kimia memiliki risiko kebakaran yang tinggi karena adanya potensi reaksi bahan kimia, peningkatan suhu, gas/asap, dan nyala api. Sistem deteksi kebakaran konvensional yang masih bergantung pada ambang batas statis berpotensi menimbulkan keterlambatan deteksi maupun false alarm. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem deteksi dini kebakaran berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan metode Rate of Rise (RoR) dan threshold adaptif multisensor di PT. Delta Indonesia Laboratory. Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan sensor suhu DS18B20, sensor gas/asap MQ-2, flame sensor, serta relay sebagai aktuator alarm. Data sensor diproses pada perangkat menggunakan moving average dan perhitungan RoR, kemudian dikirimkan ke server melalui protokol HTTP POST untuk memperoleh status klasifikasi AMAN, WASPADA, atau BAHAYA. Pengujian dilakukan melalui pengujian fungsional, kinerja deteksi, false alarm, dan Quality of Service (QoS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membaca data sensor, mengirimkan data ke server, menerima respons API, dan mengaktifkan relay ketika status BAHAYA diterima. Sistem membutuhkan waktu 10 detik untuk menghasilkan status WASPADA dan 23 detik untuk menghasilkan status BAHAYA sejak kondisi awal pengujian. Pengujian false alarm menunjukkan bahwa sistem tidak langsung mengaktifkan relay pada kondisi anomali tunggal seperti paparan panas atau gas/asap, sehingga validasi multisensor dapat membantu mengurangi potensi alarm palsu.