Koleksi Pustaka
Pada lingkup PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), pengelolaan Process Change Request (PCR) masih dilakukan melalui proses pencetakan formulir, pemindaian formulir, serta pengiriman formulir melalui email. Proses tersebut masih menjadi kendala karena waktu penyelesaian PCR sering kali melebihi target ideal perusahaan selama 3 bulan. Berdasarkan data PCR PT TMMIN tahun 2025, sebanyak 1.122 dari total 1.416 dokumen PCR pada tahun 2025 atau sekitar 79% dokumen melebihi target waktu penyelesaian yang telah ditetapkan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem monitoring PCR untuk mendukung proses pengajuan dan pengelolaan PCR di PT TMMIN. Pengembangan sistem menggunakan metode Waterfall yang terdiri dari tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Sistem memiliki fitur utama berupa dashboard, pengajuan dan persetujuan PCR, visualisasi data, serta notifikasi email. Sistem ini melibatkan tiga tipe pengguna, yaitu admin, internal (karyawan PT TMMIN), dan supplier. Metode penelitian yang digunakan mencakup pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, serta pendekatan kuantitatif melalui Black-Box Testing, User Acceptance Testing (UAT), dan System Usability Scale (SUS). Sistem monitoring PCR dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi modern, yaitu Next.JS sebagai antarmuka pengguna, Express.JS untuk pengelolaan logika sistem, serta MySQL sebagai basis data. Hasil pengujian menunjukkan seluruh 82 skenario Black-Box Testing berhasil dengan tingkat keberhasilan 100%. Hasil UAT menunjukkan tingkat penerimaan pengguna sebesar 100%, sedangkan SUS memperoleh skor 91,04 yang menunjukkan usability sangat baik. Berdasarkan hasil pengujian, sistem monitoring PCR telah memenuhi kebutuhan pengguna.