Koleksi Pustaka
PT Lokasolusi Teknologi Indonesia menghadapi kendala dalam manajemen proyek perangkat lunak karena informasi proyek tersebar pada media kerja terpisah, kesiapan tugas sulit dipantau, dan jalur kritis proyek belum terpantau secara terpusat. Penelitian ini bertujuan menghasilkan sistem manajemen proyek perangkat lunak berbasis web yang mengidentifikasi tugas kritis menggunakan Critical Path Method (CPM). Penelitian menggunakan pendekatan mixed method yang memadukan tahap kualitatif untuk analisis kebutuhan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan tahap kuantitatif untuk pengujian sistem, sedangkan pengembangan perangkat lunak mengikuti model Waterfall. Sistem menghitung nilai earliest start, earliest finish, latest start, latest finish, dan slack untuk menentukan jalur kritis pada level project sehingga kesiapan dan prioritas tugas dapat dipantau secara terpusat. Hasil pengujian menunjukkan black box testing berhasil 100% dari 59 skenario, User Acceptance Testing sesuai 100% dari 25 skenario, dan System Usability Scale memperoleh skor rata-rata 83,1 yang termasuk kategori Acceptable dengan Grade A serta Adjective Rating Excellent. Dengan demikian, Prolytics dinilai layak digunakan untuk mendukung monitoring proyek perangkat lunak dengan identifikasi tugas kritis di PT Lokasolusi Teknologi Indonesia.