Koleksi Pustaka
Usaha mikro sektor Food and Beverage pada umumnya masih mencatat keuangan secara manual sehingga sulit mengetahui kondisi arus kas dan laba usaha secara periodik. Aplikasi yang tersedia, seperti Kledo dan PajakInd, dinilai terlalu kompleks dan mahal bagi pelaku usaha mikro yang hanya membutuhkan pencatatan pemasukan dan pengeluaran sederhana. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan dan merancang sistem informasi buku kas digital berbasis Software as a Service (SaaS) dengan arsitektur multi-tenancy shared-schema untuk usaha mikro. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan model pengembangan SDLC Waterfall. Data kebutuhan dikumpulkan dari 30 pelaku usaha mikro Food and Beverage di Bojong Gede melalui purposive sampling dengan pendekatan heterogeneity sampling, sedangkan pengujian usability melibatkan 10 responden menggunakan System Usability Scale (SUS). Sistem dibangun dengan framework Laravel dan basis data MySQL, dengan isolasi data antartenant ditegakkan melalui kolom tenant_id dan Eloquent Global Scope. Pengujian Black Box menunjukkan seluruh fungsi berjalan sesuai harapan, dan pengujian isolasi membuktikan data antartenant tetap terpisah. Pengujian usability memperoleh skor SUS rata-rata 95,5 (excellent). Analisis biaya menunjukkan arsitektur shared-schema mampu menekan biaya operasional per tenant menjadi jauh lebih rendah dibandingkan layanan SaaS sejenis. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi solusi digitalisasi tahap awal yang sederhana, mudah digunakan, dan ekonomis bagi usaha mikro.