Koleksi Pustaka
Penelitian ini menganalisis dan membandingkan performa authorization server OAuth 2.0 yang diimplementasikan pada dua runtime dengan model pengelolaan memori berbeda, yaitu Rust (Actix-web, tanpa garbage collection) dan Java (Quarkus, dengan G1GC). Dua implementasi yang setara secara fungsional dibangun dengan dukungan OAuth 2.0, OpenID Connect, PKCE, serta parameter kriptografi Argon2id yang identik, kemudian diuji pada lima endpoint inti dalam 11 skenario beban yang mencakup kondisi normal, simulasi serangan DDoS, dan DDoS Extreme. Pengujian dilakukan menggunakan k6, Prometheus, dan Grafana pada infrastruktur Hetzner Cloud dengan spesifikasi server yang identik. Hasil penelitian menunjukkan implementasi Rust unggul pada 10 dari 11 skenario berdasarkan kombinasi metrik latensi, throughput, dan efisiensi sumber daya. Pada skenario DDoS Extreme, Rust mencapai throughput 265,51 req/s dengan error rate 39,68 persen, sedangkan Java hanya mencapai 76,26 req/s dengan error rate 90,18 persen. Rust juga mempertahankan konsumsi memori yang jauh lebih rendah, ukuran Docker image 3,5 kali lebih kecil, dan startup time 37,5 kali lebih cepat. Implementasi terbaik divalidasi secara fungsional melalui integrasi SSO berbasis OIDC pada dua aplikasi web kampus dan diuji melalui User Acceptance Testing. Temuan ini menunjukkan runtime tanpa garbage collection memberikan efisiensi dan ketahanan yang lebih baik untuk authorization server.