Koleksi Pustaka
Budidaya ikan nila menggunakan sistem bioflok sangat bergantung pada stabilitas kualitas air untuk menjaga tingkat kelangsungan hidup yang optimal. Selain menjaga tingkat kelangsungan hidup, stabilitas air dijaga untuk menjaga kondisi fisik ikan saat dipanen. Fluktuasi parameter krusial seperti suhu, pH, oksigen terlarut (DO), flok,, dan amonia seringkali lambat dianalisis oleh operator, sehingga memicu kondisi kritis yang berisiko menyebabkan kematian massal. Penelitian ini bertujuan untuk membangun aplikasi berbasis web yang mengintegrasikan fitur pemantauan parameter air dengan sistem pakar pemberi rekomendasi tindakan mitigasi secara real-time. Sistem ini menerapkan metode Forward Chaining sebagai mesin inferensi. Data kualitas air yang diinputkan secara berkala diproses sebagai fakta awal, yang kemudian dicocokkan dengan basis aturan (rule base) untuk mendiagnosis akar masalah penurunan kualitas kolam. Output dari sistem ini adalah identifikasi penyebab utama, seperti toksisitas amonia atau penurunan metabolisme akibat suhu, beserta instruksi penanganan yang spesifik dan terprioritas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa implementasi Forward Chaining pada sistem ini mampu mempercepat pengambilan keputusan teknis oleh operator, mencegah perburukan ekosistem bioflok, dan secara langsung berkontribusi pada optimalisasi kelangsungan hidup ikan nila hingga masa panen.