Koleksi Pustaka
Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) merupakan ancaman jaringan yang dapat menyebabkan layanan tidak tersedia akibat lonjakan trafik yang membebani router. Penelitian ini bertujuan menerapkan mitigasi serangan DDoS pada router MikroTik menggunakan metode Firewall RAW, Rate Limiting, dan Port Hardening, serta simulasi Remotely Triggered Black Hole (RTBH) sebagai langkah terakhir ketika trafik serangan perlu dibuang pada sisi upstream. Pengujian dilakukan pada jaringan uji terpisah dengan Kali Linux sebagai sumber serangan, MikroTik CHR sebagai router upstream, dan router MikroTik fisik sebagai objek pengujian akhir. Serangan yang diuji adalah UDP Flood dan TCP SYN Flood menggunakan hping3. Parameter pengamatan meliputi CPU Load, Free Memory, traffic WAN, dan jumlah paket yang diblokir. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Firewall RAW mampu membuang trafik dari IP attacker pada tahap awal, sedangkan Rate Limiting membantu membatasi trafik berlebih yang masih diproses router. Port Hardening memperkuat akses manajemen melalui pembatasan layanan, penggantian Telnet dengan SSH, dan port knocking. Simulasi RTBH mampu menurunkan trafik ke router utama, tetapi seluruh trafik menuju IP target ikut terbuang.