Koleksi Pustaka
Security Operations Center (SOC) menghadapi tantangan penyempitan breakout time akibat fragmentasi infrastruktur keamanan dan tingginya beban kognitif analis dari perpindahan konteks (context-switching) saat investigasi manual. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses keamanan proaktif melalui rancang bangun Hub Manajemen Terpusat berbasis arsitektur cache-database (PostgreSQL dan Redis). Sistem ini mengintegrasikan komponen multi-Wazuh sebagai Single Source of Truth (SSOT), layanan Threat Intelligence (AlienVault OTX) secara asinkron, dan modul background scheduler (Sentinel) untuk notifikasi real-time via Telegram. Metode penelitian menggunakan System Engineering dengan pendekatan eksperimental kuantitatif. Pengujian fungsional Black Box dan non-fungsional memastikan sistem tangguh dalam menangani anomali jaringan dan mengamankan kredensial dengan enkripsi AES. Hasil pengujian efisiensi operasional membuktikan bahwa sistem usulan mampu mentransformasi pemantauan pasif menjadi proaktif. Evaluasi komparatif menunjukkan bahwa Hub Manajemen ini berhasil memangkas rata-rata waktu operasional sebesar 58,33% dan mereduksi beban interaksi analis sebesar 52,0%. Kesimpulannya, sistem ini sukses mengeliminasi redundansi kerja manual dan mengakselerasi respons investigasi SOC secara signifikan.