Koleksi Pustaka
Keamanan routing merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas jaringan karena manipulasi informasi rute dapat menyebabkan perubahan jalur trafik dan gangguan konektivitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketahanan Border Gateway Protocol (BGP) dan Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) terhadap route injection, serta mengevaluasi efektivitas basic filtering menggunakan prefix-list sebagai mitigasi. Pengujian dilakukan pada simulasi Graphical Network Simulator 3 (GNS3) dengan tiga skenario, yaitu baseline, route injection, dan setelah mitigasi. Skenario route injection dilakukan oleh R4-ATTACKER dengan memasukkan rute tidak sah berupa prefix host /32 menuju PC1, PC2, dan PC3, yaitu 192.168.16.2/32, 192.168.17.2/32, dan 192.168.18.2/32. Pada BGP, rute tidak sah masuk sebagai prefix yang diiklankan oleh R4-ATTACKER, sedangkan pada EIGRP rute tidak sah masuk sebagai rute eksternal dengan kode D EX. Evaluasi dilakukan berdasarkan routing table, next-hop, ping, traceroute, Wireshark, waktu pemulihan, delay, throughput, dan packet loss. Hasil pengujian menunjukkan bahwa saat route injection, nilai packet loss rata-rata meningkat menjadi 66,67% pada BGP dan EIGRP. Nilai throughput BGP menurun dari 1,440 Kbps pada kondisi baseline menjadi 0,957 Kbps saat route injection, sedangkan EIGRP menurun dari 1,498 Kbps menjadi 0,967 Kbps. Setelah mitigasi diterapkan, rute tidak sah berhasil ditolak, packet loss kembali menjadi 0%, dan throughput meningkat menjadi 1,477 Kbps pada BGP serta 1,468 Kbps pada EIGRP. Dengan demikian, basic filtering menggunakan prefix-list efektif dalam membatasi dampak route injection pada BGP dan EIGRP.