Koleksi Pustaka
Penelitian ini berfokus pada pengembangan logika interaksi pengguna (user interaction logic) dan integrasi sensor Microsoft Kinect V2 dalam skenario animasi 3D. Meskipun animasi ini bertujuan memvisualisasikan dampak psikologis cyberbullying, tantangan teknis utamanya terletak pada perancangan antarmuka Natural User Interface (NUI) tanpa pengontrol (markerless) yang responsif dan presisi. Pengembangan sistem menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) dengan menitikberatkan pada tahap perakitan (assembly) dan pengujian (testing). Alur kerja sistem dibangun dengan melacak data kerangka tubuh melalui sensor Kinect, memproses sinyal mentah gestur di TouchDesigner untuk meminimalkan ambiguitas input (false-positive), lalu mentransmisikannya via protokol Open Sound Control (OSC) ke dalam Unreal Engine secara real-time. Melalui pemrograman Blueprints, data gestur diterjemahkan menjadi pemicu navigasi untuk mengendalikan skenario cerita bercabang (multiple endings). Hasil pengujian alpha menunjukkan fungsionalitas integrasi arsitektur sistem berjalan stabil. Selanjutnya, pengujian beta pada pengguna usia 17-22 tahun memperoleh tingkat kebergunaan sebesar 78,57% (kategori Baik). Simpulannya, perancangan logika interaksi NUI ini berhasil diimplementasikan sebagai sistem navigasi cerita bercabang, meskipun masih diperlukan pengembangan lebih lanjut pada aspek responsivitas gestur dan kejelasan instruksi antarmuka.