Pencarian Dokumen
Daftar Dokumen

PEMBUATAN ASET VISUAL 3D LOW POLY UNTUK GAME EDUKATIF PRAMUKA SEBAGAI ALAT BANTU PENGUJIAN SKU TERAP POIN 25 DI SMPN 131 JAKARTA

Wahyu Kurniawan

Penelitian ini berfokus pada pengembangan aset visual 3D bergaya Low Poly untuk game edukatif DECODE, yang dirancang sebagai media bantu dalam proses pengujian SKU (Syarat Kecakapan Umum) Terap poin 25 di SMPN 131 Jakarta. Poin 25 menuntut anggota Pramuka mampu mengirim dan menerima pesan dengan sandi Morse dan Semaphore secara mandiri. Untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, aset-aset karakter, lingkungan, dan props dikembangkan menggunakan perangkat lunak Blender, dengan pendekatan desain ringan namun komunikatif. Proses perancangan dilakukan melalui metode MDLC (Multimedia Development Life Cycle), yang meliputi tahapan concept, design, material collecting, assembly, testing,...

Status: publik


PEMBUATAN ANIMASI 2D Untuk Media Edukasi Interaktif Pengenalan Alat Musik Tradisional Indonesia

Rafli Azriel Firdaus

Skripsi ini membahas pembuatan animasi 2D sebagai media edukasi interaktif untuk mengenalkan alat musik tradisional Indonesia kepada siswa kelas 3 di SDN Duren Sawit 15 Pagi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh metode pembelajaran yang pasif dan ketiadaan alat peraga fisik di sekolah, sehingga diperlukan media alternatif yang lebih menarik dan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model pengembangan Multimedia Development Life Cycle (MDLC), yang meliputi enam tahap: konsep, perancangan, pengumpulan materi, pembuatan, pengujian, dan distribusi. Produk akhir dari penelitian ini adalah sebuah video animasi berjudul "Alat Musikku" yan...

Status: publik


Pembuatan Game 2D Edukasi Menggunakan Unity Untuk Pengenalan Bahasa Pemograman C#

I Made Arya Wicaksana

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong meningkatnya kebutuhan akan pemahaman dasar pemrograman, termasuk bahasa C#. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep seperti tipe data, conditional statements, looping, hingga object-oriented programming. Untuk mengatasi hambatan tersebut, pengembangan media pembelajaran berbasis permainan edukasi dinilai efektif karena mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif. Dalam penelitian ini, penulis berperan sebagai pengembang permainan (Game Developer) yang bertugas merancang dan membangun game edukasi 2D berbasis Unity Engine. Game ini dilengkapi sistem interaksi seperti in...

Status: publik


Rancang Bangun Animasi 3D Sistem Electronic Fuel Injection (EFI) Sepeda Motor Sebagai Media Pembelajaran Kelas XI Teknik Sepeda Motor di SMK Negeri 1 Bumijawa

Muhammad Nuha Ammar Arief

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun media pembelajaran berupa animasi 3D mengenai sistem Electronic Fuel Injection (EFI) pada sepeda motor untuk siswa kelas XI Teknik Sepeda Motor di SMK Negeri 1 Bumijawa. Media pembelajaran ini dikembangkan untuk membantu siswa memahami komponen, alur kerja, serta mekanisme sistem EFI secara lebih visual, informatif, dan mudah dipahami dibandingkan dengan media pembelajaran konvensional. Proses pengembangan dilakukan menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang meliputi tahapan concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Hasil penelitian menunjukkan bahwa animasi 3D yang dikembangkan laya...

Status: publik


Rancang Bangun Media Pembelajaran Interaktif Senjata Tradisional Indonesia Berbasis Markerless Augmented Reality

Dimas Muhammad Rizki

Pembelajaran kebudayaan daerah secara holistik di tingkat Sekolah Dasar seringkali terkendala oleh penggunaan buku teks dengan visualisasi dua dimensi (2D) statis yang mengakibatkan 81% siswa kesulitan mengilustrasikan bentuk asli senjata tradisional dan 67% siswa merasa jenuh dengan teks deskriptif yang panjang. Upaya menghadirkan objek fisik asli atau kunjungan ke museum juga sulit direalisasikan karena faktor keamanan dan biaya, sehingga diperlukan media pendukung yang memanfaatkan keakraban siswa terhadap gawai, mengingat 93% siswa terbiasa melihat representasi objek 3D dan 85% tertarik pada aplikasi visual interaktif. Teknologi Augmented Reality (AR) dipilih sebagai solusi karena lebih...

Status: publik