Pengumuman

PENTING, Siapkan sebelumnya:

1. Format penamaan folder dan file .pdf adalah : NIM_Nama_Lengkap
2. Laporan Skripsi dalam bentuk kompilasi satu file utuh termasuk lembar pengesahan yang telah ditandatangani dan telah diberi watermark dalam bentuk file .pdf (panduan watermark dapat dilihat di : https://tinyurl.com/y46j793x ) di public

3. Folder .zip/.rar (ukuran max. 100 MB) yang berisi : diprivate
a. Laporan Skripsi dalam bentuk kompilasi satu file utuh termasuk lembar pengesahan yang telah ditandatangani dan telah diberi watermark dalam bentuk file dan .doc/.docx
b. Jurnal Skripsi, maksimal 8 halaman sesuai template contoh yang telah ditentukan.
c. Aplikasi yang dibuat berikut software pendukungnya jika ada
d. Readme aplikasi, Penjelasan bagaimana instalasi dan pemakaian aplikasi yang dibuat (bentuk file format .pdf dan .doc/.docx)
e. Poster Skripsi(bentuk file .jpg).

Koleksi Pustaka
Riwayat Unggah Dokumen
1.
Judul Sistem Monitoring Mesin Forging (Anyang 160 kJ) berbasis Internet of Things (IoT).
Deskripsi Seiring dengan meningkatnya kebutuhan industri untuk mencapai proses produksi <br /> yang lebih cepat dan efisien, keberadaan sistem pencatatan output yang andal <br /> menjadi semakin krusial, khususnya pada lini forging. Di PT Komatsu <br /> Undercarriage Indonesia, pencatatan hasil proses forging hingga saat ini masih <br /> dilakukan secara manual. Metode tersebut mengharuskan operator menunggu <br /> material mencapai suhu aman sebelum dilakukan penghitungan, sehingga waktu <br /> yang dibutuhkan untuk memperoleh data output menjadi jauh lebih panjang. <br /> (Saputra & Wibowo, 2024). <br /> Ketergantungan terhadap proses manual tersebut berdampak signifikan terhadap <br /> processing time. Operator harus melakukan penghitungan satu per satu secara <br /> langsung, yang tidak hanya memakan waktu tetapi juga menunda alur informasi <br /> menuju proses administrasi. Kondisi ini menyebabkan terjadinya bottleneck pada <br /> alur produksi karena data output baru dapat diproses setelah melalui tahapan tunggu <br /> pendinginan material. Dalam konteks kebutuhan produksi yang semakin cepat, <br /> metode ini menjadi kurang efektif. (Nugraha et al., 2025). <br /> Kendati demikian, akurasi penghitungan tetap menjadi aspek yang tidak dapat <br /> dikompromikan. Oleh sebab itu, diperlukan suatu solusi yang mampu menghemat <br /> waktu secara signifikan tanpa mengurangi ketepatan data. Implementasi sistem <br /> pencatatan berbasis teknologi seperti perangkat IoT, sensor, dan mekanisme <br /> automated counting menjadi pendekatan yang relevan. Sistem tersebut <br /> memungkinkan penghitungan dilakukan secara otomatis pada saat proses <br /> berlangsung, tanpa menunggu material mencapai suhu tertentu, sehingga waktu <br /> penghitungan dapat dipangkas secara drastis. (Saputra & Wibowo, 2024).<br /> Melalui pendekatan otomatisasi ini, perusahaan dapat memperoleh data output <br /> secara real-time dengan tingkat akurasi yang konsisten. Teknologi Internet of <br /> Things (IoT) juga mendukung integrasi langsung dengan dashboard pemantauan <br /> sehingga data dapat<br /> dianalisis, disimpan, dan diakses tanpa jeda. Hal ini tidak hanya meningkatkan <br /> efisiensi waktu, tetapi juga menghilangkan potensi human error yang lazim terjadi <br /> pada pencatatan manual. (Pratama & Hidayat, 2024).<br /> Dengan demikian, penerapan sistem digital berbasis Internet of Things (IoT) <br /> memberikan dua manfaat utama secara bersamaan, yaitu pengurangan waktu <br /> penghitungan yang signifikan serta terjaganya akurasi data output forging, sehingga <br /> proses operasional menjadi lebih cepat, efisien, dan dapat diandalkan.
Kategori PKL - TMJ
Diunggah oleh Muhammad Zharfan Khalisindra
Diunggah pada Thu, 25 Dec 2025

2.
Judul PENGEMBANGAN APLIKASI MYTELKOMSAT MENGGUNAKAN FRAMEWORK FLUTTER
Deskripsi TOMS (Telemetry, Operations, and Monitoring System) atau Transponder Monitoring adalah komponen penting dalam infrastruktur Telkomsat yang bertanggung jawab memonitor status operasional satelit, termasuk kinerja transponder, penggunaan bandwidth, dan kualitas sinyal secara real-time. Awalnya, informasi monitoring teknis ini disajikan kepada pengguna, baik tim operasional internal maupun pelanggan layanan korporat, melalui aplikasi khusus yang berdiri sendiri, yaitu MyTelkomsat TOMS. Aplikasi MyTelkomsat TOMS ini dirancang untuk memberikan visibilitas operasional yang mendalam dan krusial.<br /> Penyediaan layanan memiliki dua strategi melalui aplikasi berbeda, yaitu MyTelkomsat sebagai platform utama interaksi pelanggan umum, dan MyTelkomsat TOMS sebagai aplikasi monitoring teknis, menimbulkan kelemahan dari sisi User Experience (UX). Pemisahan fungsionalitas ini menciptakan fragmentasi pengalaman digital dan mengurangi efisiensi akses informasi bagi pelanggan yang membutuhkan layanan monitoring dan general management dalam satu wadah. Untuk meningkatkan efisiensi layanan, aksesibilitas data monitoring satelit TOMS/Transponder harus disatukan (referensi-wawancara).<br /> Menanggapi tantangan tersebut dan sejalan dengan tuntutan efisiensi operasional serta peningkatan layanan digital, proyek ini berfokus pada pengembangan dan integrasi fitur TOMS/Transponder Monitoring ke dalam aplikasi induk MyTelkomsat. Berdasarkan hasil observasi kebutuhan internal, integrasi ini bertujuan menggabungkan fungsionalitas teknis dan layanan pelanggan ke dalam satu aplikasi mobile. Pengembangan ini akan menggunakan Framework Flutter untuk menjaga konsistensi dengan platform MyTelkomsat yang sudah ada, serta memanfaatkan kapabilitas cross-platform Flutter untuk implementasi aplikasi mobile yang cepat, reliable, dan efisien.
Kategori PKL - TI
Diunggah oleh Muhammad Rachmadhani Kurniawan
Diunggah pada Thu, 25 Dec 2025

3.
Judul PENGARUH PEMBUATAN DESAIN VISUAL UNTUK EFEKTIVITAS KOMUNIKASI DIGITAL DALAM UPAYA MENINGKATKAN ENGAGEMENT PADA PLATFORM MEDIA SOSIAL MAP ACTIVE ASIA
Deskripsi Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digital modern ini telah mengubah cara pandang manusia untuk berinteraksi, berkomunikasi, serta mengakses informasi. Media sosial saat ini menjadi salah satu platform utama dalam seluruh aktivitas komunikasi digital, untuk keperluan pribadi ataupun profesional (Saraswati et al., 2022). Dalam dunia industri, media sosial sering dimanfaatkan sebagai jalur strategis bagi perusahaan untuk membangun sebuah citra, memperluas jangkauan audiens, dan memperkuat hubungan dengan publik.<br /> <br /> Desain visual memiliki peranan di garda terdepan dalam mendukung komunikasi digital yang efektif. Unsur-unsur seperti warna, tipografi, tata letak, dan komposisi visual menjadi kunci utama untuk menarik perhatian audiens dan menyampaikan pesan secara jelas dan konsisten (Tjahyadi & Antonio, 2023). Tampilan visual yang menarik tidak hanya berfungsi sebagai aspek estetika, tetapi juga sebagai strategi komunikasi digital yang mampu mempengaruhi persepsi dan emosi audiens terhadap pesan visual yang disampaikan.<br /> <br /> Analisis penelitian lain oleh Arifah & Anggapuspa (2023) juga menunjukkan bahwasannya elemen visual dalam konten media sosial, memiliki peran yang signifikan untuk meningkatkan engagement. Variabel visual seperti komposisi, tipografi, dan warna terbukti menjadi faktor dominan yang mendorong penuh peningkatan interaksi pengguna terhadap konten digital. Hal ini menegaskan bahwa efektivitas komunikasi digital perusahaan tidak hanya ditentukan oleh pesan yang disampaikan, tetapi juga ditentukan juga oleh kualitas dan konsistensi elemen visual yang digunakan.<br /> <br /> MAP Active Asia merupakan salah satu perusahaan ritel terbesar di Asia Tenggara yang menaungi berbagai macam merek global terkenal di seluruh bidang. Sebagai perusahaan yang aktif beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, MAP Active Asia memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Linkedin untuk memperkuat corporate communication, menyebarkan informasi, dan membangun strategi visual yang menarik dan konsisten, perusahaan selalu berupaya memperkuat brand image sekaligus meningkatkan engagement terhadap kegiatan dan nilai perusahaan.<br /> <br /> Dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini, penulis ditempatkan di Divisi Talent Acquisition, Departemen Human Capital sebagai Graphic Designer and Social Media Intern. Penempatan ini didasarkan pada kebutuhan perusahaan dalam memperkuat strategi komunikasi visual, khususnya pada konten media sosial yang berkaitan dengan employer branding, informasi rekrutmen, dan dokumentasi kegiatan internal. Divisi Talent Acquisition membutuhkan dukungan tenaga kreatif yang mampu membantu merancang konten visual yang relevan, menarik, serta konsisten dengan identitas perusahaan. Hal ini melatarbelakangi alasan perusahaan menerima penulis sebagai intern, dengan harapan penulis dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas konten serta efektivitas penyampaian informasi melalui platform digital.
Kategori PKL - TMD
Diunggah oleh Pradipta Daffa Adiwangsa
Diunggah pada Sat, 27 Dec 2025

4.
Judul PENGEMBANGAN MODUL PEMESANAN OBAT PT KIMIA FARMA UNTUK KOPERASI DESA MERAH PUTIH
Deskripsi Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini dilaksanakan di PT Kimia Farma Apotek pada divisi IT & Data Management dengan fokus pada pengembangan modul pemesanan obat untuk mendukung Program Strategis Nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Program KDMP bertujuan menyediakan platform digital terpadu bagi unit koperasi desa dalam memenuhi kebutuhan stok barang, termasuk obat-obatan, melalui sistem yang terintegrasi dengan Digital Koperasi (Digikop). Kegiatan PKL ini meliputi analisis kebutuhan sistem, perancangan alur bisnis dan antarmuka pengguna (UI/UX), serta implementasi modul pemesanan obat berbasis web menggunakan framework Laravel dan React JS. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Software Development Life Cycle (SDLC) dengan pendekatan Waterfall, yang mencakup tahapan perencanaan, analisis, perancangan, dan implementasi. Modul yang dikembangkan mencakup fitur katalog produk, keranjang belanja, pengisian informasi pengiriman, proses pembayaran menggunakan payment gateway Midtrans dan kredit koperasi, riwayat transaksi, serta fitur paket bundling obat. Hasil dari kegiatan PKL ini berupa modul pemesanan obat yang terintegrasi dengan alur bisnis PT Kimia Farma Apotek dan mendukung efisiensi proses pemesanan obat oleh unit koperasi desa. Modul ini diharapkan dapat membantu meningkatkan transparansi, ketepatan, dan kemudahan dalam pengelolaan pemesanan obat pada program KDMP.
Kategori PKL - TI
Diunggah oleh Muhammad Nur Irfan
Diunggah pada Thu, 25 Dec 2025

5.
Judul IMPLEMENTASI DASHBOARD MONITORING DEVICE TRACKER CONTAINER UNTUK DETEKSI DAN PELAPORAN OTOMATIS CONTAINER PROBLEM PT.TANTO INTIM LINE OLEH PT.TELKOM INDONESIA TBK.
Deskripsi Sektor logistik modern menuntut tingkat visibilitas dan pengendalian aset yang tinggi guna menjamin efisiensi operasional serta kepatuhan terhadap standar layanan. Dalam konteks tersebut, PT Telkom Indonesia Tbk, melalui Divisi Internet of Things (IoT), berperan dalam menyediakan solusi pemantauan bagi PT Tanto Intim Line yang berfokus pada sistem pelacakan kontainer menggunakan perangkat Lansitec Tracker.<br /> Pemasangan perangkat pelacak ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan yang dihadapi oleh PT Tanto Intim Line, terutama terkait dengan tingginya frekuensi kehilangan kontainer dan ketidakjelasan lokasi terakhir kontainer yang hilang, yang menyebabkan kerugian operasional yang signifikan. Kehadiran Lansitec Tracker menjadi solusi utama dalam mengatasi permasalahan tersebut, karena berfungsi untuk memantau dan memperbarui lokasi kontainer secara real-time. Sementara itu, Lansitec Gateway yang dipasang di setiap depo memiliki peran penting dalam mendeteksi pergerakan keluar dan masuk kontainer secara otomatis.<br /> Meskipun sistem pelacakan telah diimplementasikan, berbagai tantangan operasional masih ditemukan, terutama dalam pengelolaan data yang terfragmentasi dari berbagai sumber seperti Trax API, Sync API, dan status Pre-Delivery Inspection (PDI). Selain itu, belum tersedia mekanisme otomatis untuk menindaklanjuti permasalahan kritis pada perangkat. Beberapa permasalahan umum yang sering terjadi pada perangkat meliputi Out of Coverage, Low Battery, Firmware Error, Destroyed/Damaged, dan Lost Device yang seluruhnya memerlukan penanganan yang cepat, terpusat, dan terintegrasi.<br /> <br /> Permasalahan operasional utama yang diidentifikasi meliputi:<br /> 1. Fragmentasi Data<br /> Informasi terkait status kontainer, status PDI, dan tiket masalah (trouble tickets) tersebar di berbagai depo, sehingga menyulitkan tim operasional dalam memperoleh pandangan tunggal (single source of truth).<br /> 2. Deteksi Masalah yang Lambat<br /> Deteksi kerusakan kritis perangkat, seperti Out of Coverage, Low Battery, atau Firmware Error, masih dilakukan secara manual atau bergantung pada sistem yang belum terintegrasi. Kondisi ini berpotensi menyebabkan pelanggaran terhadap Service Level Agreement (SLA).<br /> 3. Pelaporan Manual<br /> Proses pelaporan kondisi harian dan eskalasi masalah kepada tim operasional, khususnya di depo Jakarta (JKT) dan Surabaya (SBY), masih dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu lama dan rentan terhadap kesalahan.<br /> <br /> Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan suatu sistem terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantauan, tetapi juga mampu melakukan otomatisasi proses intelijen operasional, mulai dari konsolidasi data hingga pelaporan dan notifikasi masalah secara otomatis.<br /> <br /> Oleh karena itu, dikembangkan Dashboard Monitoring Device Tracker Container Trex Operational Center (TOC) berbasis web yang bertujuan untuk memberikan visibilitas menyeluruh serta mengoptimalkan penanganan masalah di lapangan melalui integrasi data, deteksi otomatis, dan pelaporan berbasis sistem.
Kategori PKL - TMJ
Diunggah oleh Muhammad Abdur Rochman
Diunggah pada Thu, 25 Dec 2025
Dokumen Statistik
Total Dokumen Terupload

5 dokumen


Upload Dokumen Perbulan 2026
Januari 75
Februari 85
Maret 16
April 2
Mei Tidak ada dokumen
Juni Tidak ada dokumen
Juli 222
Agustus 296
September 134
Oktober 52
November 12
Desember 368